• Kabar Desa

Tinjau Perkembangan Program Kemendes, Gus Menteri: BUMDes Miliki Pertumbuhan yang Signifikan

Asrul | Jum'at, 29/01/2021 10:55 WIB
Tinjau Perkembangan Program Kemendes, Gus Menteri: BUMDes Miliki Pertumbuhan yang Signifikan Gus Menteri saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar Pembangunan Berkelanjutan di Tingkat Desa: Menguatkan Kapasitas Lokal untuk Percepatan Capaian SDGs di Indonesia, Rabu (9/12/2020).

JAKARTA, beritakaltara.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar berencana akan meninjau beberapa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Provinsi Maluku. Ia akan berkeliling melakukan kunjungan kerja ke beberapa desa di Maluku selama beberapa hari.

Laki-laki yang akrab disapa Gus Menteri ini dijadwalkan mengunjungi beberapa BUMDes di Maluku. Beberapa BUMDes yang telah dijadwalkan tersebut yakni BUMDes Desa Latta dan BUMDes Hatukau Desa Batu Merah, Kota Ambon.

Selain itu, ia juga akan mengunjungi BUMDes Wira Sejahtera, Desa Waimital dan BUMDes Hatulelu, Desa Piru Kabupaten Seram Bagian Barat.

Rencananya, Gus Menteri akan bertolak ke Kota Ambon, Maluku pada 29 Januari mendatang. Di sela kunjungannya ke beberapa desa tersebut, ia juga akan berdiskusi dengan pemerintah daerah setempat, membahas rencana dan program strategis untuk kemajuan desa-desa di Maluku.

Salah satu yang akan menjadi pokok pembahasan adalah terkait pengembangan BUMDes. Selanjutnya, Gus Menteri direncanakan kembali ke Jakarta pada tanggal 31 Januari 2021.

Untuk diketahui, pasca disahkannya Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, pertumbuhan BUMDes sendiri mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Jumlah BUMDes yang pada tahun 2014 tercatat sebanyak 8.189 unit, telah bertambah menjadi 51.134 unit pada tahun 2020.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mencatat, sebanyak Rp4,2 Triliun dana desa tahun 2015-2020 dialokasikan sebagai modal BUMDes.

Geliat usaha BUMDes dalam kurun waktu tersebut juga berhasil memberikan Pendapatan Hasil Desa (PADes) sebesar Rp1,1 Triliun

FOLLOW US