• Nasional

Di Tengah Pandemi, RS Dharmais Tidak Pengaruhi Layanan Pasien Kanker

Asrul | Selasa, 16/02/2021 10:10 WIB
Di Tengah Pandemi, RS Dharmais Tidak Pengaruhi Layanan Pasien Kanker Direktur Utama RS Kanker Dharmais Soeko Nindito (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, beritakaltara.com - Pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi pelayanan terhadap pasien kanker di Rumah Sakit Dharmais Jakarta.

Pasien kanker tetap dapat memeriksakan diri dan melakukan pengobatan rutin, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais, Soeko Werdi Nindito mengatakan tetap dibukanya layanan kanker di tengah pandemi dengan alasan, masyarakat harus mengetahui perjalanan penyakit kanker, dan memeriksakan dirinya sejak awal melalui deteksi dini kanker.

"Pasien kanker jangan sampai menunda pengobatan. RS Kanker Dharmais berkomitmen tidak membatasi jumlah kunjungan pasien selama pandemi," terang Soeko pada Senin (15/2)

RS Kanker Dharmais, lanjut Soeko, juga memberlakukan skrining Covid-19 sebagai protokol yang harus dilewati agar pasien, pengunjung, tenaga kesehatan senantiasa aman dari penularan Covid di lingkungan rumah sakit.

Adapun terkait pemberian vaksinasi covid-19 untuk pasien kanker dan survivor kanker, menurut Soeko dapat diberikan dengan pengawasan atau rekomendasi dari dokter ahli kanker yang merawat pasien.

"Juga, sesuai dengan jenis dan kondisi pengobatan pasien kanker tersebut," imbuh Soeko.

Menurut data Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (Peraboi), Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta sebagai pusat kanker nasional, dalam setahun masa pandemi ini tercatat 359 pasien kanker dirawat dengan kasus Covid-19.

"Dari jumlah itu, tercatat kasus kematian sebanyak 23 persen," ungkap Ketua Umum Peraboi dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk beberapa waktu lalu.

Walta menambahkan, angka ini jauh lebih tinggi dari rata-rata kematian pada populasi nonkanker.

"Dan, saat ini berdasarkan data Satgas Nasional Covid-19, dari seluruh pasien Covid-19 dengan komorbid, kanker menempati urutan kedelapan dengan jumlah 1,8 persen dari total jumlah pasien Covid-19 dengan komorbid," sambung Kepala Instalasi Kamar Bedah RS Kanker Dharmais Jakarta tersebut.

Sementara data yang berhasil dihimpun Peraboi dari berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Indonesia juga sangat memprihatinkan. Di RS Hasan Sadikin Bandung, dari total yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 2.111 pasien yang meninggal 276 pasien dan 32 pasien diantaranya meninggal dengan kanker (12 persen).

Sementara di RS Sanglah Bali, lanjut Walta, ada 66 pasien kanker dari total 1.705 yang terkonfirmasi Covid-19 dengan angka kematian 23 persen.

"Ada lagi data dari RS Adam Malik Medan, RS Kariadi Semarang, RS Soetomo Surabaya, RS Fatmawati. Tetapi karena rumah sakit tersebut diprioritaskan untuk perawatan Covid-19 secara umum, maka angka Covid-19 dengan kanker terlihat tidak besar," tandas Walta.

Soeko menambahkan, menyebut pada awal pandemi Covid-19 lalu, sempat terjadi penurunan kunjungan pasien kanker karena takut berobat ke rumah sakit.

Padahal, kanker merupakan penyakit yang tidak boleh ditunda terapinya dan pasian kanker terutama yang sedang menjalani terapi akan mengalami penurunan kekebalan tubuh, sehingga lebih mudah terinfeksi Covid-19.

"Untuk itu, Rumah Sakit Kanker Dharmais memutuskan tidak melakukan pembatasan pelayanan, tetapi semua pasien yang datang menjalani penapisan ketat, agar rumah sakit tidak menjadi sumber penularan Covid-19," tutup Soeko.

FOLLOW US