• Gaya Hidup

Hati-hati, Latihan Olahraga Ekstrim Bisa Picu Kerusakan Jantung

Asrul | Sabtu, 08/05/2021 15:38 WIB
Hati-hati, Latihan Olahraga Ekstrim Bisa Picu Kerusakan Jantung Ario Soerya Kuncoro, Dokter Jantung dan Pembuluh Darah dalam jumpa pers online yang diadakan Heartology Cardiovascular Center, Sabtu (08/05).

Jakarta, beritakaltara.com - Secara umum olahraga baik untuk tubuh, namun olahraga ekstrim dengan intensitas yang berlebih bisa beresiko terhadap kesehatan.

Latihan olahraga ekstrim dan perlombaan olahraga ketahanan (endurance) dapat mengakibatkan kerusakan jantung dan gangguan irama jantung. Terlebih jika orang tersebut memiliki faktor genetik.

Hal itu disampaikan Ario Soerya Kuncoro, Dokter Jantung dan Pembuluh Darah dalam jumpa pers online yang diadakan Heartology Cardiovascular Center, Sabtu (08/05).

Menurut Ario, pencinta olahraga ekstrim biasanya latihan keras dan memaksa tubuh melewati batas ketahanan normal. Misalnya lari marathon atau bersepada jarak jauh, terus menerus dalam kurun waktu singkat, dehidrasi, cedera dan kelelahan berlebihan.

Ketika jantung harus dipaksa bekerja keras terus menerus, lanjutnya, jantung akan mengalami perubahan bentuk, misalnya penebalan dinding jantung dan pada beberapa orang akan memperberat terbentuknya jaringan parut jantung.

"Kelainan otot jantung ini salah satunya bermanifestasi sebagai gangguan irama yang dapat menggangu fungsi jantung. Akibatnya, pencinta olahraga ini terancam resiko henti jantung mendadak atau mati mendadak," ujarnya.

Untuk itu, Ario menyarankan agar pencinta olahraga ekstrim, mengecek jantung dengan ekokardiografi secara rutin apabila ada riwayat keluarga meninggal mendadak dan apabila terdapat kelainan pada rekam jantung.

"Ekokardiografi dapat menunjukkan pergerakan, ukuran dan bentuk jantung, serta seberapa baik bilik dan katup jantung bekerja," tuturnya.

Selain itu, kata Ario, Ekokardiografi juga dapat menunjukkan area otot jantung yang tidak memompa secara adekuat karena suplai darah yang buruk atau terdapat suatu cedera akibat serangan jantung sebelumnya.

"Berdasarkan hasil ekokardiografi, dokter dapat menyarankan hal yang perlu dilakukan, agar tetap dapat berlatih dengan jantung aman," ujarnya.

Ario juga menyarankan kepada masyarakat untuk selalu berolahraga minimal dua kali dalam seminggu dengan durasi 30 hingga 50 menit untuk menjaga kesehatan tubuh, khususnya jantung.

“Tetap berolahraga dan lakukan dengan aman dan terukur”, ujar dokter Ario.

FOLLOW US