• Ototekno

Untuk Pertama Kali, Turki Masih Berjuang Gapai Bulan

Asrul | Rabu, 21/07/2021 08:15 WIB
Untuk Pertama Kali, Turki Masih Berjuang Gapai Bulan Ilustrasi bulan Sabit

Jakarta, beritakaltara.com - Saat dunia menandai peringatan ke-52 perjalanan manusia purba di benda angkasa selain planet bumi, Turki terus berupaya melakukan kontak pertamanya dengan bulan.

Turki bertujuan untuk mencapai bulan dengan pesawat ruang angkasa yang akan diproduksi di dalam negeri dan mesin hibrida yang diproduksi di dalam negeri, kata seorang ahli dari Badan Antariksa Turki, atau TUA.

“Pergi ke bulan adalah tujuan simbolis. Dengan cara ini, kita akan membawa sejarah luar angkasa ke negara kita. Pada saat yang sama, dengan meningkatkan aktivitas luar angkasa kita, kita akan mendapatkan pengalaman seperti transfer dan integrasi teknologi,” Prof. Dr. Ibrahim Kucuk, kepala Departemen Ilmu Luar Angkasa TUA, dilansir Middleeast, Rabu (21/07).

Turki, pada peringatan 100 tahun berdirinya republik, berencana untuk mengirim pesawat ruang angkasa tak berawak ke bulan pada tahun 2023 sebagai bagian dari Program Luar Angkasa Nasional negara itu.

Membuka Program Luar Angkasa Nasional pada 9 Februari, Turki menguraikan visi, strategi, tujuan, dan proyek 10 tahun negara itu tentang kebijakan luar angkasa.

Kucuk melanjutkan bahwa pekerjaan instalasi stasiun pelacakan tanah untuk misi bulan telah dimulai, menambahkan bahwa sistem antena dengan diameter 20 meter (66 kaki), yang juga dirancang untuk digunakan untuk tujuan ilmiah sebagai radio. teleskop, akan dipasang.

Ia menambahkan bahwa badan tersebut berhubungan erat dengan negara-negara yang memiliki pengalaman di bidang antariksa, terutama negara-negara di kawasan Asia, menambahkan bahwa TUA telah menandatangani perjanjian dengan Kazakhstan, Ukraina, Hongaria, Azerbaijan, dan Pakistan.

Seperti yang tertera di website TUA, kegiatan kerjasama telah dilakukan dengan 20 negara dan tujuh organisasi internasional.

FOLLOW US