• Nasional

Dua Pesawat Penuh Pasukan Arab Saudi Dikirim ke Aden

Asrul | Jum'at, 23/07/2021 11:45 WIB
Dua Pesawat Penuh Pasukan Arab Saudi Dikirim ke Aden Pasukan Saudi di Aden pada 18 November 2019. [SALEH AL-OBEIDI/AFP

Jakarta, beritakaltara.com - Arab Saudi telah mengirim dua pesawat penuh pasukan dan kendaraan lapis baja ke Aden. Pesawat militer mendarat di bandara kota pelabuhan selatan pada hari Senin di tengah keamanan ketat oleh pasukan Saudi yang sudah ditempatkan di sana. Pasukan dilaporkan telah mematikan semua lampu bandara.

Pasukan dan kendaraan Saudi menuju ke Istana Kepresidenan, Al-Maashiq. Mereka diyakini mengamankannya sebagai awal kembalinya pemerintah Yaman yang diakui secara internasional yang berbasis di Riyadh.

Perkembangan tersebut mengikuti laporan serupa awal bulan ini mengutip sumber-sumber lokal bahwa tiga konvoi militer Saudi tiba di sebuah pangkalan koalisi di distrik Al-Buraiqah di Aden. Mereka dikatakan telah memasuki Yaman dari Kerajaan melalui penyeberangan perbatasan Al-Wadea yang menghubungkan provinsi timur Hadhramout dengan gubernur Saudi di Sharorah.

Saudi telah memperbarui seruan untuk Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA untuk menghadiri diskusi seputar Perjanjian Riyadh pembagian kekuasaan yang ditandatangani pada 2019. STC saat ini mengendalikan sebagian besar wilayah selatan di mana pasukannya sering bentrok dengan milisi yang didukung Saudi.Kedua belah pihak menuduh yang lain mengingkari perjanjian.

Akhir pekan lalu, sebuah demonstrasi di Hadhramout meminta pasukan utara untuk meninggalkan selatan dan pindah ke garis depan melawan tentara Yaman yang bersekutu dengan Houthi.

Meskipun Aden seharusnya berfungsi sebagai ibu kota sementara pemerintah Yaman, STC telah dua kali merebut kota itu. Awal tahun ini, milisi STC menyerbu istana presiden, mendorong Perdana Menteri Maeen Abdulmalik Saeed dan anggota kabinet lainnya meninggalkan negara itu.

Kedatangan lebih banyak pasukan Saudi juga datang di tengah meningkatnya ketegangan dalam hubungan antara Kerajaan dan mitra koalisinya UEA. Beberapa komentator pro-pemerintah di Arab Saudi mengecam Abu Dhabi atas perannya di Yaman. (Middleeast).

FOLLOW US