• Kalimantan Utara

Gempar! Gereja KIBAID di Nunukan Dilempar Bom Molotov Oleh OTK

Akhyar Zein | Jum'at, 09/09/2022 20:23 WIB
Gempar! Gereja KIBAID di Nunukan Dilempar Bom Molotov Oleh OTK Menanggapi peristiwa bom molotov di gereka KIBAID Nunukan, Ricky bertemu FKUB menyampaikan keprihatinan dan memastikan mengawal kegiatan keagamaan(Kompas.com/Ahmad Dzulviqor)

Utara/" style="text-decoration:none;color:#228239;font-weight: 700;">Kalimantan Utara - Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID) di Jalan Sei Bilal, Nunukan, Utara/" style="text-decoration:none;color:#228239;font-weight: 700;">Kalimantan Utara, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK), pada Kamis (8/9) malam. Pendeta Gereja KIBAID Srigel Henky menuturkan, suara ledakan mengagetkan penghuni gereja.

"Kejadiannya sekitar pukul 20.30 Wita. Tiba tiba ada suara ledakan dan diikuti pecahan kaca,’’ujarnya, Jumat (9/9). dilansir kompas

Gereja KIBAID merupakan bangunan rumah warga yang sekaligus difungsikan sebagai tempat ibadah yang aktif digunakan setiap Sabtu dan Minggu. Ada 3 penghuni di dalamnya, yang semuanya terkejut mendengar ledakan yang tiba tiba tersebut.

"Saat kejadian, orang-orang dalam gereja lagi santai saja. Mereka mengobrol dengan kondisi pintu depan gereja tertutup. Begitu ada ledakan, kami hanya melihat motor terbakar, tidak ada orang yang kami lihat,’’tutur Srigen.

Ketiga orang di gereja bergegas memadamkan api yang sempat membakar kap depan motor yang terparkir di halaman gereja. Lokasi Gereja KIBAID memang cukup sepi saat malam hari.

alanan utama yang cukup mulus di lokasi tersebut juga kerap membuat pengguna jalan memilih mengendarai kendaraan dengan kecepatan lumayan kencang.

"Kasusnya sudah kami laporkan ke polisi, dan sudah ditangani kepolisian. Untuk selanjutnya, kami menunggu hasil penyelidikan polisi,’’kata Srigen.

Ada dua lokasi sasaran bom molotov Terpisah, Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto mengatakan, polisi sedang melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku pelempar bom molotov di Gereja KIBAID.

Sejauh ini, Ricky belum bisa memberikan keterangan kronologis kejadian. Apakah pelempar bom molotov menggunakan sepeda motor atau ada motif tertentu.

"Kita sedang selidiki semuanya. Kami meminta agar masyarakat memberikan informasi apapun terkait kasus ini,’’jawabnya.

Ricky meminta masyarakat tidak berasumsi liar atas peristiwa ini. Apalagi, kata Ricky, ada lokasi lain yang menjadi target sasaran pelemparan bom molotov di hari dan malam yang sama yaitu rumah warga di Jalan Antasari Nunukan Timur.

Belum ada keterangan ada hubungan apa, dari dua lokasi yang menjadi target sasaran tersebut. Tidak ada kerusakan berarti, hanya saja, belum ditemukannya saksi atas kejadian ini sedikit menjadi kendala dalam penyelidikan.

"Kita sudah bertemu dengan Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Nunukan menyampaikan keprihatinan. Kami meminta tetap tenang, seluruh kegiatan akan kita kawal. Kalau ada kegiatan bersifat keagamaan, tolong kirimkan jadwalnya ke kami,’’kata Ricky.

FOLLOW US