• Nasional

Dunia Teater Indonesia Berduka, Norbertus Riantiarno Pendiri Teater Koma Wafat

Fadli | Jum'at, 20/01/2023 13:07 WIB
Dunia Teater Indonesia Berduka, Norbertus Riantiarno Pendiri Teater Koma Wafat Norbertus Riantiarno (foto: detikcom)

Jakarta - Dunia teater Indonesia hari ini, Jumat (20/1/2023), diselimuti kabar duka. Legenda Teater Indonesia dan pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno, tutup usia pada usia 74 tahun.

Nano, begitu biasa dipanggil, berpulang setelah menjalani operasi pengangkatan tumor di bagian paha kiri pada 8 November 2022 lalu dan kondisinya urung membaik.

Jenazah Nano rencananya akan disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Sanggar Teater Koma, Jalan Cempaka Raya No 15, Bintaro, Jakarta Selatan.

Penguburan rencananya pada Sabtu, 21 Januari 2023, sebelum pukul 12.00 WIB siang, di Taman Makam Giri Toma, Tojong, Bogor.

Para peminat dan pegiat seni pasti kenal Teater Koma? Grup teater yang dibentuk pada 1 Maret 1977 itu kerap menyajikan seni pertunjukkan yang wah dan menarik.

Mulai dari Opera Kecoa, Sampek Engtay, Semar Gugat, Republik Petruk, hingga Sie Jin Kwie menjadi pertunjukkan yang dikenang banyak orang.

Banyak pertunjukkan Teater Koma yang naskahnya ditulis sendiri olehnya. Sejak tahun 1965, Nano sudah aktif berteater di tanah kelahirannya, Cirebon, Jawa Barat.

Zaman Order Baru, Nano bersama Teater Koma kerap menghadapi pencekalan pertunjukkan. Sebut saja, pertunjukkan Maaf.Maaf.Maaf pada tahun 1978, Sampek Engtay tahun 1989, Suksesi dan Opera Kecoa tahun 1990.

Suami dari aktris Ratna Riantiarno, kelahiran 6 Juni 1949 ini memang seorang aktor, penulis, sutradara, wartawan dan tokoh teater Indonesia, pendiri Teater Koma (1977).

Nano telah aktif di teater sejak 1965 di kota kelahirannya, Cirebon, Jawa Barat. Setamatnya dari SMA pada 1967, ia melanjutkan kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia, ATNI, Jakarta, kemudian pada 1971 masuk ke Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta.

Dia bergabung dengan Teguh Karya, salah seorang dramawan terkemuka Indonesia dan ikut mendirikan Teater Populer pada 1968. Pada 1 Maret 1977, dia mendirikan Teater Koma, salah satu kelompok teater yang paling produktif di Indonesia. Sampai 2006, kelompok ini telah menggelar sekitar 111 produksi panggung dan televisi.

 

 

FOLLOW US