• Nasional

Tuding Lakukan Genosida Terhadap Muslim Uighur, Kanada Keluarkan Mosi yang Tidak Mengikat

Asrul | Selasa, 23/02/2021 11:44 WIB
Tuding Lakukan Genosida Terhadap Muslim Uighur, Kanada Keluarkan Mosi yang Tidak Mengikat Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau (Foto: Financial Tribune)

Ottawa, beritakaltara.com - Anggota parlemen Kanada mengeluarkan mosi yang tidak mengikat pada Senin (22/2) yang menyebut perlakuan China terhadap minoritas Uighur sebagai genosida dan menyerukan pemerintah Perdana Menteri Justin Trudeau untuk secara resmi melabeli hal itu.

Mosi, yang diajukan oleh oposisi Partai Konservatif, disahkan dengan suara bulat di House of Commons dengan 266 suara dari 338. Anggota parlemen lainnya, termasuk menteri dari pemerintahan Liberal Trudeau, abstain.

Disadur dari AFP, mosi tersebut mengakui bahwa Uighur di China telah dan sedang menjadi sasaran genosida.

Para anggota parlemen mengutip dalam laporan khusus tentang indoktrinasi politik dan anti-agama, kerja paksa dan penghancuran situs budaya yang telah dipaksa untuk dialami oleh minoritas Muslim di Xinjiang.

Amandemen mosi yang menyerukan agar Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 dipindahkan jika genosida berlanjut juga diadopsi.

Menurut ahli asing, lebih dari 1 juta orang Uighur ditahan di kamp pendidikan ulang politik. Beijing membantahnya dan mengklaim mereka adalah pusat pelatihan kejuruan yang dirancang untuk memandu warga Uighur menjauh dari terorisme dan separatisme, menyusul serangan yang dikaitkan dengan komunitas tersebut.

"Sekarang Partai Konservatif menyerukan kepada pemerintah Liberal untuk menghormati Parlemen dan secara resmi mengakui genosida yang terjadi di China," kata pemimpin oposisi Erin O`Toole, yang selama berbulan-bulan mendesak Ottawa memperkuat pendiriannya terhadap Beijing.

"Pemerintah Kanada menanggapi tuduhan genosida dengan sangat serius," kata menteri luar negeri Marc Garneau dalam sebuah pernyataan, mencatat bahwa Kanada lebih menyukai pendekatan bersama dengan sekutunya dalam masalah ini.

Trudeau mengatakan pada hari Jumat ada laporan pelanggaran hak asasi manusia yang signifikan yang keluar dari Xinjiang.

Setelah pertemuan G7, perdana menteri mengatakan Kanada sedang berkonsultasi dengan sekutu internasionalnya tentang penggunaan istilah genosida, yang sudah digunakan oleh pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump.

Hubungan Kanada-China memburuk pada akhir 2018 karena penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou atas surat perintah Amerika Serikat (AS), dan penahanan China terhadap dua warga Kanada (mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor) dalam apa yang disebut Ottawa sebagai pembalasan.

FOLLOW US