• Nasional

Karya Wapres RI "Darul Misaq" Dibedah oleh Universitas Negeri Jakarta

Asrul | Selasa, 08/06/2021 10:32 WIB
Karya Wapres RI "Darul Misaq" Dibedah oleh Universitas Negeri Jakarta Bedah buku Darul Misaq karya Maruf Amin (Foto: Ist)

Jakarta, beritakaltara.com - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar bedah buku `Darul Misaq` karya Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin, pada Senin (7/6) di Aula Gedung University Training Center Lantai 8, Kampus A UNJ. Kegiatan ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-57 Universitas Negeri Jakarta.

Bedah buku ini dilatarbelakangi oleh kepedulian UNJ sebagai universitas berskala nasional terhadap berbagai isu kebangsaan, dan termasuk diskusi-diskusi publik.

Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin mengatakan bahwa dirinya mengucapkan apresiasi kepada UNJ atas penyelenggaraan bedah buku mengenai Darul Misaq.

Menurut dia, pemikiran mengenai Darul Misaq sebagai jalan tengah atas pandangan Islam dan NKRI untuk menjadi negara yang moderat dan penuh toleransi atas berbagai keragaman yang ada di Indonesia.

"Karenanya, diharapkan pemikiran Darul Misaq ini dapat menjadi gagasan yang baik demi Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Ma`ruf Amin.

Sementara itu Rektor UNJ, Prof. Komarudin mengatakan buku `Darul Misaq: Indonesia Negara Kesepakatan, sebagai oase dan sekaligus solusi dalam mengatasi problematika ikatan kebangsaan, di tengah tantangan besar era disrupsi dan segala derivasinya.

Konsepsi Darul Misaq yang digagas oleh Wapres Amin, lanjut Komarudin, telah melalui proses panjang pergulatan pemikiran, genealogis, dan empirik sang empunya.

Konsepsi Darul Misaq secara detail, tidak hanya menjelaskan konteks sosial politik yang melatarbelakangi munculnya terminologi Darul Misaq, tetapi juga pembahasan mendasar tentang Darul Misaq dalam bingkai teologis, sosial, politik, pendidikan, dan kebangsaan.

"Dalam konteks bidang pendidikan, konsepsi Darul Misaq menjadi diskursus penting yang relevan dan solutif di tengah problematika pendidikan nasional yang minus dan hampa kesadaran kebangsaan. Selanjutnya, konsepsi Dārul Mịṡāq dapat menjadi jembatan bagi lahirnya kurikulum Pendidikan nasional yang berwawasan kebangsaan. Kurikulum Pendidikan kebangsaan yang bertujuan untuk melahirkan kecerdasan kewargaan digital yang pancasilais, moderat, dan berakhlaqul karimah," ujar Komarudin.

Sementara narasumber lainnya yang hadir dalam kegiatan itu, Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd menyebut makna Darul Misaq merupakan realitas keragaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Internalisasi nilai Darul Misaq dapat dilalui dengan melalui  adaptasi dan transformasi.

Buku `Darul Misaq` menjelaskan mengenai kondisi Indonesia sebagai nation state dan mozaik luar biasa indah yang ditenun dari kemajemukan suku bangsa, adat istiadat, bahasa, agama, ras, dan antar golongan. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pengikat kemajemukan tersebut.

Sebagai negara bangsa yang majemuk, Indonesia juga dianugerahi kondisi geografis yang unik-strategis dan begitu banyak kekayaan alam yang melimpah dari lautan dan daratannya, agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Potensi kemajemukan dan kekayaan alam tersebut merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi ikatan kebangsaan Indonesia.

Ikatan kebangsaan Indonesia tidak muncul begitu saja, melainkan melalui proses panjang dan fluktuatif. Trajektori semangat dan rasa kebangsaan Indonesia, pada masanya naik sampai pada titik yang paling tinggi, seperti terlihat pada momentum Kebangkitan Nasional (1908), Sumpah Pemuda (1928) dan Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (1945).

Namun, pada masa yang lain turun sampai pada titik yang kritis dan mengkhawatirkan, misalnya pada konflik 1950-1960an dan 1998-2000-an, bahkan mengancam disintegrasi bangsa. Hal ini dapat dimengerti, karena semangat dan rasa kebangsaan tidaklah bersifat permanen, melainkan sangat bergantung pada kondisi dan situasi yang melingkupinya.

FOLLOW US