• Nasional

China Kirim Tiga Astronot untuk Misi Berbahaya Kamis Besok

Asrul | Rabu, 16/06/2021 14:08 WIB
China Kirim Tiga Astronot untuk Misi Berbahaya Kamis Besok Tiga astronot China yang akan menjalankan misi berbahaya di luar angkasa (Foto Reuters)

Beijing, beritakaltara.com - China akan mengirim tiga astronot ke orbit pada Kamis (17/6) besok, untuk menjalankan misi berbahaya. Ini merupakan penerbangan pertama berisikan empat kru yang akan menyelesaikan stasiun luar angkasa Beijing, yang akan berakhir tahun depan.

China akan meluncurkan Nie Haisheng, Liu Boming, dan Tang Hongbo ke orbit di atas pesawat ruang angkasa Shenzhou-12 pada pukul sembilan pagi dari Jiuquan di barat laut provinsi Gansu.

Nie (56) mantan pilot angkatan udara, akan menjadi astronot China tertua yang pergi ke luar angkasa.

Shenzhou-12, yang bermakna "Kapal Ilahi" adalah misi ketiga dari 11 misi yang dibutuhkan untuk membangun stasiun luar angkasa China. Konstruksi dimulai pada April lalu dengan peluncuran Tianhe, yang pertama dan terbesar dari tiga modul.

Awak Shenzhou-12 akan tinggal di Tianhe, yang berarti "Harmoni Surga", sebuah silinder dengan panjang 16,6 m (55 kaki) dan diameter 4,2 m (14 kaki).

Masa tinggal tiga bulan untuk Nie, Liu dan Tang akan menjadi yang terlama bagi astronot China, dan satu fokus akan melihat bagaimana para pria menangani waktu mereka yang relatif lama di orbit.

"(Misi) kali ini lebih lama, dan kita tidak hanya harus menyiapkan modul inti `rumah` ini di luar angkasa. Kami harus melakukan serangkaian tes teknis penting," kata Nie kepada wartawan di Jiuquan dikutip dari Reuters pada Rabu (16/6).

"Misi ini lebih sulit dan tantangannya lebih besar," sambung dia.

Shenzhou-12 akan menjadi tamasya luar angkasa ketiga Nie, yang kedua untuk Liu, 54, dan yang pertama untuk Tang, 45.

Pada misi Shenzhou-7 Liu pada 2008, dia hampir tidak bisa melakukan perjalanan ruang angkasa untuk menanam bendera China di bagian luar pesawat ruang angkasa.

Liu, dengan bantuan astronot lain, menggunakan linggis untuk membuka palka sebab benda itu tidak bergerak.

"Kami mengalami beberapa situasi berbahaya dan mengalami beberapa kesulitan dalam misi itu," kenang Liu.

"Jumlah waktu yang dihabiskan di luar kabin dalam misi ini jauh lebih lama, dan akan ada banyak putaran aktivitas ekstra-kendaraan. Dengan demikian, misi menjadi sangat kompleks dan sulit," imbuh dia.

FOLLOW US