• Kalimantan Timur

Memprihatinkan! Kasus DBD di Kaltim Capai 3.034 Kasus, 24 Diantaranya Meninggal Dunia

Akhyar Zein | Senin, 26/09/2022 09:26 WIB
Memprihatinkan! Kasus DBD di Kaltim Capai 3.034 Kasus, 24 Diantaranya Meninggal Dunia Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue. (Foto: Halodoc)

Kalimantan TimurKasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur  mencapai 3.034 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus kematian mencapai 24 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, kasus DBD terbanyak terjadi di Samarinda, Bontang, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, serta Balikpapan

“Total kematian akibat DBD di Kaltim ada 24 kejadian, dari 3.034 kasus yang terjadi,” ungkap Mualimin, Minggu (25/9). dilansir iNews

Dia mengungkapkan, angka 3.034 kejadian di Kaltim tersebut yang terbesar yang terjadi di luar Pulau Jawa. Angka itu juga sudah melewati jumlah kejadian tahun lalu yang 2.900 kasus. 

“Jadi kami terus berkoordinasi dan menjalankan semua upaya untuk mencegah kasus ini terus bertambah,” kata Kaltim Mualimin. 

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty mengatakan, musim hujan tahun 2022 di Balikpapan sudah mencatatkan 610 kasus DBD dan dua warga mengalami kematian. “Kasus kematian terjadi di Balikpapan Selatan,” katanya.

Dengan perkembangan ini, Dinas Kesehatan kembali mengingatkan dan menggiatkan program-program pencegahan demam berdarah. Kader Jumantik terus bergerak dan gerakan 3M kembali digaungkan.

Kader Jumantik atau juru pemantau jentik adalah petugas relawan di setiap lingkungan yang bertugas mendatangi rumah-rumah warga ataupun memperhatikan lingkungannya agar tidak ada tempat bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

Nyamuk pembawa virus demam berdarah tersebut memerlukan air bersih yang tergenang atau air yang tertampung sebagai tempat menaruh telurnya.

Nyamuk betina yang bisa bertelur itu sebelumnya harus menggigit dan mengisap darah orang atau binatang untuk mendapatkan protein agar telurnya bisa berkembang dan saat ditelurkan nanti bisa hidup menjadi nyamuk.

Karena itu kader jumantik yang berada di bawah binaan Puskesmas akan selalu mengingatkan warga agar jangan sampai ada genangan air bersih, atau penampungan air bersih yang terbuka sehingga bisa menjadi tempat nyamuk bertelur.

Dinas Kesehatan juga telah menyiagakan Puskesmas dan rumah sakit untuk mewaspadai kasus DBD. Baik itu menyiapkan obat-obat menyiapkan cairan infus, dan koordinasi dengan PMI (Palang Merah Indonesia) Balikpapan jika butuh trombosit darah. 

Pada tahun  2021 ada 4 orang meninggal dunia sebab DBD, ujar Kadinkes Juliarty seraya mengimbau, karena DBD gejala awalnya sama seperti Covid-19, yaitu dimulai dari demam, maka saat kondisi demam segera ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

FOLLOW US